Mempertahankan Tarian Klasik Sunda dengan Cinta dan Inovasi

Santi Susanti, Sukaesih Sukaesih

Abstract


Mempertahankan seni tradisional pada masa sekarang bukanlah hal mudah. Proses regenerasi membutuhkan waktu dan tidak banyak remaja yang tertarik untuk menjadi penerus seni tradisi. Budaya negara lain terlihat lebih menarik daripada seni budaya lokal. Selama ini, seni tradisi tidak mampu berkembang, karena dianggap monoton dan tidak bisa menyesuaikan diri dengan kondisi kekinian. Untuk itu, inovasi menjadi hal yang mutlak ketika berkreasi dalam seni tradisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang dilakukan oleh maestro tari Sunda, Indrawati Lukman, dalam mempertahankan keberlangsungan tarian Sunda di tengah himpitan budaya global yang dengan mudahnya masuk dalam kehidupan saat ini. Melalui pendekatan kualitatif fenomenologi, hasil pengolahan data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan kajian dokumentasi menemukan, rasa cinta dan rasa memiliki seni tradisi menjadi faktor utama yang mendorong Indrawati untuk mempertahankan proses regenerasi tarian melalui Studi Tari Indra (STI) yang didirikanny pada tahun 1960-an. Berlandaskan rasa tersebut, Indrawati pun melakukan inovasi dalam tarian kreasinya melalui pengubahan gerak, musik, durasi dan kostum agar lebih komunikatif. Inovasi tersebut menjadi identitas hasil karya Indrawati dan menumbuhkan daya tarik bagi penonton ketika menyaksikannya. Adanya rasa cinta dan rasa memiliki menjadikan Indrawati mampu menghadapi kondisi terburuk ketika STI minim siswa dan tetap mempertahankannya hingga sekarang.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.25008/pknk.v1i1.97

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi



 

 


Indexed by: 

Google Scholar             


View My Stats