Peran Bahasa dan Identitas Kultural (Studi Kasus Kalangan Warga Masyarakat Tionghoa Yang Tergabung Dalam Perkumpulan Masyarakat Surakarta)
Abstract
Bahasa adalah manifestasi identitas. Kajian ini mencoba melihat bagaimana identitas kultural komunitas Tionghoa di Perkumpulan Masyarakat Surakarta melalui bahasa yang digunakan oleh komunitas tersebut.Perspektif teoretis yang digunakan adalah perspektif komunikasi dari John Fiske, sedang konsep identitas kultural yang dipakai untuk mendeskripsikan data adalah konsep identitas kultural dari Stuart Hall. Metode studi kasus digunakan untuk mendapatkan data dan jawaban yang relevan terhadap rumusan masalah. Hasil menunjukkan bahwa dalam berbahasa tidak ditemui pemakaian Bahasa Barat, maupun Mandarin, Bahasa Indonesia mendominasi dalam konteks formal, sedangkan Bahasa Jawa mendominasi situasi informal. Kesimpulan dari kajian ini: dari bahasa yang digunakan maka identitas kultural komunitas Tionghoa PMS adalah Indonesia-Jawa.
Full Text:
PDFDOI: http://dx.doi.org/10.25008/pknk.v1i1.57
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2017 Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi
Indexed by:
View My Stats




.png)