DESAIN LOGIS KOMUNIKASI PUBLIK DAN PEMERINTAHAN ( Perspektif Daniel O’Kaffee dalam menilik Pidato Pertama Anies di Panggung Pemerintahan DKI Jakarta )
Abstract
Tidak dapat dipungkiri bahwa, pidato Anies Baswedan pasca dilantiknya ia menjadi
Gubernur DKI Jakarta tanggal 16 Oktober 2017 telah menimbulkan pro dan kontra. Istilah “pribumi” menjadi pemicu pro kontra itu. Perdebatan tentang isi pidato Anies pun segera merebak di media sosial, termasuk di media mainstream lainnya. Menjadi tranding topic dan seperti membelah masyarakat tidak haanya di DKI Jakarta. Padahal, dilihat dari substansi keseluruhan pidato itu cukup mewakili untuk menjadikan keterpilihannya sebagai sebuah hope (harapan) dan sekaligus menawarkan perubahan (change), tapi ketika sampai pada unity (kesatuan) justru kata “pribumi” menjadi kontradiktif terhadap pidato yang disampaikan Anies dalam bagian bagian sebelumnya. Itulah yang membuat pidato Anies menarik untuk ditelisik, terutama bagaimana pejabat publik yang menjadi figur sentral dalam suatu pemerintahan mempertukarkan pesan politiknya sebagai komunikator politik. Bagaimana publik memaknai pesan dibalik pidato itu seharusnya.
Full Text:
PDFDOI: http://dx.doi.org/10.25008/pknk.v1i1.55
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2017 Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi
Indexed by:
View My Stats




.png)