Personal Image Generasi Millennial Korban Cyberbullying Pada Akun Instagram dan Ask Fm Di Jakarta
Abstract
Media sosial seperti Instagram dan Ask Fm dapat diakses oleh siapa saja, termasuk kaum millennial. Apalagi keadaan dan situasi pergaulan generasi millennial sekarang mendukung mereka untuk terpaksa mengikuti perkembangan zaman. Hal ini mendekatkan mereka ke dalam kasus cyberbullying. Terkait dengan ini, peneliti tergerak untuk mengetahui personal branding para korban cyberbullying di media sosial mereka masing-masing dalam memperbaiki serta mempertahankan citra diri. Selain itu, hambatan dan solusi generasi millennial korban cyberbullying juga akan menjadi topik utama dalam pembahasan ini. Penelitian dijalankan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif studi kasus, melalui wawancara mendalam. Dari analisis menggunakan Miles & Huberman, ditemukan bahwa personal branding dalam mempertahankan citra diri yang terbentuk dalam sosial media, baik itu Instagram dan Ask Fm para korban tidak selalu dapat diterima oleh masyarakat sekitar. Karena masyarakat selalu memiliki persepsi dan ekspektasi yang berbeda-beda terhadap pribadi masing-masing korban cyberbullying. Hambatan para korban cyberbullying disini adalah mendapatkan kepercayaan kembali dari masyarakat (social pressure) dalam memperbaiki citra diri mereka. Solusi yang ditemukan adalah dengan cara memperbanyak kegiatan positif dan memfilter unggahan ke dalam sosial media mereka.
Full Text:
PDFDOI: http://dx.doi.org/10.25008/pknk.v1i1.117
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2018 Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi
Indexed by:
View My Stats




.png)