Industri Suratkabar di Indonesia: Hidup Segan Mati Tak Mau

Rajab Ritonga, Eko Nugroho

Abstract


Studi ini menjelaskan bagaimana dinamika industri suratkabar di Indonesia, dan secara teoritis melihat faktor-faktor apa saja yang membuat media cetak bertahan hidup atau mati di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan menjauhnya generasi Y dan Z dari budaya baca media cetak. Teori mediamorfosis dari Roger Fidler digunakan untuk menganalisis permasalahan dan memadukannya dengan Model dari Adoni dan Nossek untuk menggambarkan bagaimana suratkabar menghadapi ancaman kepunahannya dengan melihat fungsi-fungsi media sebagaimana diuraikan McLuhan dan Innis. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan kualitatif, menggunakan data sekunder. Adapun paradigma penelitian yang dipakai adalah konstruktivis. Kesimpulan penelitian: surat kabar secara teknologi tidak akan hilang atau mati, tetapi berubah bentuk menjadi e-paper atau portal berita. Media massa cetak berkonvergensi dan bermorfosis. Nama medianya tetap ada, tetapi fisik suratkabar, ataupun bentuk fungsi-fungsi penunjangnya menjelma menjadi koran elektronik dengan budaya surat kabar dan jurnalistiknya menggunakan perpesktif media baru.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.25008/pknk.v1i1.86

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi



 

 


Indexed by: 

Google Scholar             


View My Stats