Konstruksi Media Republika on-line terhadap Pidato Pelantikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Izzatul Muslimah

Abstract


Pada tanggal 17 Oktober 2017 lalu, Anies Baswedan telah resmi dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Gubernur DKI Jakarta Periode Tahun 2017-2022. Dalam pidato pelatikannya, Anies sempat menyebutkan kata ‘Pribumi’ yang kemudian di keesokan harinya memicu Barisan Muda Indonesia (BMI) yakni organisasi sayap Partai PDI-P melaporkan Anies ke Kepolisian Polda Metro Jaya karena dianggap melanggar Instruksi Presiden Nomor 26 Tahun 1998 yang berisi larangan penggunaan kata pribumi dan non pribumi dalam penyelenggaraan kebijakan, perencanaan program, hingga penyelenggaraan pemerintah. Banyak media massa yang memberitakan tidak sepatutnya Anies menggunakan kata ‘Pribumi’. Namun ada juga media massa yang masih mendukung Anies dalam polemik ini karena dianggap tidak dalam rangka mendeskriditkan etnis tertentu melainkan hanya metafora saja. Penelitian ini hendak membahas bagaimana media massa Republika online dalam melakukan pembingkaian terhadap berita polemik pidato ‘Pribumi’ Anies selaku Gubernur DKI Jakarta 2017-2022. Metode yang digunakan, penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik analisis framing model Entman. Temuan yang didapatkan adalah Republika online mencoba membingkai realitas kontroversi pidato Anies bukanlah suatu pelanggaran hukum dan tidak ada unsur diskriminasi SARA terhadap etnis tertentu. Dikuatkan dengan dukungan Hidayat Nur Wahid, ACTA dan PWNU, Jusuf Kalla, Luhut, Jimly, dan Agus. Analisis framing Republika Online mencoba mengangkat realitas, menonjolkan realitas yang mendukung pihak Anies. 


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.25008/pknk.v1i1.47

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi



 

 


Indexed by: 

Google Scholar             


View My Stats