Komunikasi Remaja dengan Keluarga di Era Digital
Abstract
Pertumbuhan penduduk, migrasi perkotaan, dan paparan nilai dari budaya luar melalui saluran informasi baru, telah merenggangkan kedekatan dan mengurangi intensitas komunikasi remaja dengan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik remaja berdasarkan lokasi pertemanan dan pertemuan dengan teman sebayanya, serta media dan situasi komunikasi remaja dengan keluarga. Penelitian dilakukan dengan metode survei di 6 SMA di Kota Bogor. Responden berjumlah 372 orang, terdiri dari 206 remaja perempuan dan 166 remaja laki-laki berusia 15–18 tahun. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasilnya memperlihatkan bahwa media sosial menduduki peringkat kedua setelah sekolah, yang dipilih remaja untuk lokasi pertemanan dan pertemuan dengan teman sebayanya. Temuan lainnya, komunikasi remaja perempuan dengan ayah lebih terbuka daripada remaja laki-laki. Lebih dari 30 persen remaja perempuan menjawab “selalu” memberitahu ayah baik melalui telepon genggam atau media komunikasi lain jika terlambat pulang. Sebaliknya, lebih dari 30 persen remaja laki-laki mengatakan “sekali-sekali” memberitahu ayah. Intensitas remaja perempuan untuk berhubungan dengan ibu lebih tinggi dibandingkan remaja laki-laki. Mayoritas remaja perempuan menyatakan “selalu” memberitahu ibu melalui telepon genggam atau media komunikasi lain jika terlambat pulang, sedangkan remaja laki-laki yang menjawab “selalu” sebanyak 32.5 persen. Kajian ini diharapkan dapat memberi masukan bagi orang tua dan dunia pendidikan dalam menyikapi remaja.
Full Text:
PDFDOI: http://dx.doi.org/10.25008/pknk.v1i1.34
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2017 Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi
Indexed by:
View My Stats




.png)