Peran Komunikator dalam Komunikasi Multikultural pada Sekolah Inklusi di SD 179 Sarijadi, Bandung
Abstract
Pemahaman komunikasi multikultural dalam proses pendidikan menjadi sangat penting, terutama di Sekolah Dasar, karena dapat menanamkan nilai-nilai multikultural pada siswa-siswa sejak dini. Dalam pendidikan multikultural mengajarkan siswa untuk memiliki nilai-nilai kebersamaan, toleransi, cinta damai dan mampu menghargai adanya perbedaan termasuk perbedaan dalam hal kemampuan. Perbedaan ini dapat kita lihat dengan nyata pada sekolah inklusi. Sekolah inklusi adalah sekolah reguler yang dalam layanan pendidikan nya menerima anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Untuk itu pelaksanaan penanaman nilai-nilai multikultural melalui komunikasi multikultural tidak dapat lepas dari peran kepala sekolah sebagai faktor utama dalam proses tersebut. Penelitian ini fokus di SD 179 Sarijadi Bandung. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini: “Bagaimana peran kepala sekolah sebagai komunikator dalam komunikasi multikultural di sekolah inklusi 179 Sarijadi Bandung? Tinjauan Pustaka yang digunakan: kredibilitas komunikator, komunikasi multikultural, konsep peran, sekolah inklusi dan teori rhethorical sensitivity. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif serta teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara mendalam kepada kepala sekolah, observasi lapangan dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peran kepala sekolah dalam komunikasi multikultural adalah memenuhi unsur karakteristik sebagai komunikator dan menjalankan peran dalam hubungan interpersonal, menjalankan peran informasi dan menjalankan peran pengambilan keputusan. Sehingga keseluruhan peran kepala sekolah dalam komunikasi multikultural mampu menciptakan penyelenggaraan pendidikan yang menghargai keragaman.
Full Text:
PDFDOI: http://dx.doi.org/10.25008/pknk.v2i01.157
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2018 Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi
Indexed by:
View My Stats




.png)