Komunikasi Keteladanan Dan Nilai-Nilai Adat Masyarakat Melayu

Bangun P. Lubis, Adi Inggit Handoko

Abstract


Fokus dalam penelitian ini adalah bagaimana masyarakat melayu Palembang dalam mewariskan budaya kepada anak. Sebagai bentuk komunikasi keteladanan, tentunya masyarakat Melayu memiliki banyak petuah atau wejangan untuk generasi penerusnya. Misalnya saja ketika mendengarkan lagu-lagu daerah Sumatera Selatan, dengan nuansa petikan gitar dan seolah seseorang sedang membacakan gurindam atau pantun, disitulah tersirat nilai-nilai filosofis yang mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Etos kerja juga ditunjukkan dengan semangat “begoyor bae” (dilakukan saja atau mengalir saja) atau dalam pandangan orang Jawa etos kerja yang demikian digambarkan dengan “alon-alon asal kelakon”. Inti dari hidup dalam sistem gagasan orang melayu adalah ‘tindakan’ atau ‘perbuatan’. Manusia yang hidup diartikan sebagai menusia yang bertindak atau berbuat. Berdasarkan pengertian ini  maka nilai manusia akan ditentukan oleh perbuatan yang dia lakukan dalam hidupnya.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.25008/pknk.v1i1.125

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi



 

 


Indexed by: 

Google Scholar             


View My Stats