Implementasi Sinergi Humas Pemerintah Indonesia Pascapenetapan INPRES No.9 Tahun 2015
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauhmana pelaksanaan Inpres No.9 tahun 2015. Berbagai permasalahan seperti ego sektoral menjadi tantangan bagi terciptanya sinergi dan narasi tunggal yang diamanahkan dalah Inpres No.9 tahun 2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan melaluiwawancara mendalam. Literatur atau teori yang digunakan lebih menekankan pada konsep public relations dan spesifik membahas mengenai government public relations. Kominfo bertugas untuk mengoordinasikan perencanaan, penyiapan dan pelaksanaan komunikasi publik terkait dengan kebijakan dan program pemerintah. Setiap K/L harus menyelaraskan penyebaran informasinya terkait dengan narasi tunggal yang sudah dibuat. Setiap K/L kementerian membuat narasi turunan untuk menjelaskan secara teknis kebijakan yang berkaitan dengan K/L, sehingga setiap adanya narasi tunggal yang disampaikan oleh Kominfo berkaitan dengan kebijakan pemerintah, maka setiap K/L dapat secara simultan membuat narasi turunan guna memperjelas kebijakan tersebut. Terdapat beberapa program sinergi kehumasan pemerintah melalui program Forum Bakohumas, Narasi Tunggal, Diskusi Media, Cyber Government Public Relations, Jaringan Pemberitaan Pemerintah, dan Tenaga Humas Pemerintah.Tiga agenda isu (tema) dalam kegiatan sinergi humas Pemerintah adalah masalah Negara, program prioritas pemerintah dan Fake Checking yang merupakan agenda setting publik.
Full Text:
PDFDOI: http://dx.doi.org/10.25008/pknk.v1i1.123
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2018 Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi
Indexed by:
View My Stats




.png)