Makna Profesi Jurnalis Perempuan Di Kota Ambon
Abstract
Jurnalis bekerja untuk bertugas menghadirkan pengetahuan bagi masyarakat, mengikis ketidaktahuan yang terjadi. Rutinitas pekerjaannya harus siap ditugaskan kapan saja, bekerja selama duapuluh empat jam, jika mendekati “deadline,” meskipun harus bekerja sampai larut malam. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengalaman diri perempuan mengkonstruksi makna yang melatarbelakangi memilih profesi jurnalis peliputan berita lapangan di media massa sebagai tempat bekerja di Kota Ambon. Dengan penelitian ini diharapkan membantu memahami dan mendeskripsikan latarbelakang perempuan memilih profesi jurnalis. Penelitian ini menggunakan metode interpretatif subjektif dengan pendekatan fenomenologi, melibatkan limabelas jurnalis perempuan dipilih secara purposif. Peneliti menggali pengalaman informan, dilakukan dengan menggunakan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan pengamatan partisipatif dengan data penunjang berdasarkan perspektif tindakan sosial. Hasil penelitian menjelaskan jurnalis perempuan memiliki motif sebab dan motif tujuan memilih profesi jurnalis. Jurnalis perempuan mendapatkan diskriminasi dari lingkungan sekitarnya, dikonstruksi profesi jurnalis untuk pekerjaan laki-laki. Lingkungan budaya memperlakukan mereka dengan menciptakan stereotype kesulitan pengaturan waktu pada pekerjaan dan urusan rumah tangga sebagai kodrat perempuan.
Full Text:
PDFDOI: http://dx.doi.org/10.25008/pknk.v1i1.105
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2017 Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi
Indexed by:
View My Stats




.png)