Kemiskinan Dan Budaya Konsumtif: Sebuah Paradoks Pada Masyarakat Indramayu
Abstract
Kemiskinan dan budaya konsumtif adalah sesuatu yang sangat bertolak belakang; sebuah paradoks. Kondisi itu terjadi di Indramayu, yang dikenal sebagai salah satu kabupaten termiskin di Jawa Barat, tetapi di sisi lain masyarakatnya dikenal sangat lekat dengan budaya konsumtif. Penelitian ini mencoba mendeskripsikan kondisi kemiskinan dan budaya konsumtif yang ada di kalangan sebagian masyarakat Indramayu. Selain itu juga menjelaskan upaya-upaya komunikasi dalam membangun kesadaran masyarakat tentang dampak budaya konsumtif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, sehingga bisa memberikan pandangan yang lengkap dan mendalam mengenai subjek yang diteliti. Subjek penelitian bersifat multi sources, dengan informan kunci sebanyak sepuluh orang yang mewakili berbagai kalangan masyarakat di Kecamatan Sliyeg Indramayu. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa indikator menunjukkan bahwa angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indramayu jauh lebih rendah dari rata-rata angka IPM provinsi atau lebih rendah dari angka IPM kabupaten/kota lain di Jawa Barat. Di sisi lain berbagai budaya konsumtif berkembang di masyarakat, yang pada akhirnya membentuk pola kemiskinan kultural di Indramayu. Upaya komunikasi pemberdayaan untuk membangun kesadaran tentang dampak budaya konsumtif dilakukan dengan melibatkan berbagai stakeholders, baik dari kalangan birokrasi, budayawan, akademisi, agamawan, maupun tokoh masyarakat lokal.
Full Text:
PDFDOI: http://dx.doi.org/10.25008/pknk.v1i1.102
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2017 Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi
Indexed by:
View My Stats




.png)